
YOGYAKARTA – Sejarah Pramuka menjadi salah satu materi penting dalam mengenal perkembangan Gerakan Pramuka serta nilai-nilai yang mendasari pelaksanaannya hingga saat ini. Melalui pemahaman sejarah, anggota Pramuka diharapkan dapat mengenal perjalanan gerakan kepanduan dan menumbuhkan kesadaran akan peran mereka dalam meneruskan nilai-nilai kepramukaan.
Pada Jumat (16/10/2026), Pramuka MAN 1 Yogyakarta mengadakan latihan rutin dengan materi Sejarah Pramuka bagi siswa kelas X. Kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Upacara buka dilaksanakan di lapangan badminton dengan Pak Yudistiro Adhi Nugroho, S.S. sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa Pramuka merupakan kegiatan wajib bagi siswa kelas X sekaligus wadah pengembangan karakter generasi muda yang keberadaannya tidak terbatas pada lingkungan sekolah maupun wilayah tertentu.
“Pramuka bukan hanya ada di MAN 1 Yogyakarta atau di Yogyakarta saja, tetapi juga ada di berbagai daerah hingga luar negeri. Kepanduan hadir di mana-mana sebagai wadah untuk mengembangkan karakter kaum muda,” ujar Pak Yudis.
Setelah upacara buka, peserta mengikuti penyampaian materi Sejarah Pramuka di kelas masing-masing. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi melalui pemaparan langsung yang dilengkapi dengan penayangan video pembelajaran. Penyampaian materi melalui dua metode tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami sejarah perkembangan Gerakan Pramuka dengan lebih mudah.

Untuk menguji pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan kuis menggunakan platform Wayground. Melalui kuis ini, peserta dapat mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus mengikuti evaluasi pembelajaran secara interaktif.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penutupan di lapangan badminton yang dibarengkan dengan peringatan HUT Baramansa ke-39. Dalam kesempatan tersebut, Kak Zulaikha Fajrotul Haq, S.Ag. menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan latihan rutin. Beliau juga mengajak peserta untuk memaknai filosofi tumpeng sebagai pengingat dalam menjalani kehidupan, yakni senantiasa berusaha berjalan lurus menuju jalan yang diridhai Allah.
“Melalui filosofi tumpeng, kita diingatkan untuk senantiasa meluruskan niat dan menjalani kehidupan di jalan yang diridai Allah. Semoga setiap langkah yang kita ambil selalu mengarah pada kebaikan dan membawa manfaat bagi sesama,” ujar Kak Zulaikha.
Peringatan HUT Baramansa ke-39 turut ditandai dengan prosesi tumpengan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan keberlangsungan Baramansa hingga saat ini. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengingat kembali nilai-nilai yang menjadi landasan dalam kehidupan kepramukaan.
Melalui latihan rutin ini, Pramuka MAN 1 Yogyakarta berharap peserta dapat memahami sejarah perkembangan Gerakan Pramuka serta semakin mengenal nilai-nilai yang menjadi dasar dalam kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa kelas X untuk memperluas wawasan kepramukaan melalui pematerian dan evaluasi interaktif.
Komentar
Posting Komentar