Setiap menampilkan kisah rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dengan gaya pementasan yang beragam. Berbagai legenda dan cerita yang sarat nilai kehidupan dihadirkan kembali melalui akting, dialog, tata panggung, serta kostum yang menarik. Penampilan
siswa dan siswi kelas X MAN 1 Yogyakarta berhasil menghidupkan cerita-cerita yang telah diwariskan secara turun-temurun sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada seluruh peserta perkemahan.
“Gelar Cakrawala semalam seru sekali, ternyata setiap kelas punya usaha dan ciri khasnya masing-masing untuk bersinar. Menurut saya, kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya berusaha semaksimal mungkin, bersikap profesional saat tampil, mengatur waktu dengan baik, serta membangun kerja sama tim. Gelar Cakrawala benar-benar melatih kerja sama. Kita tidak bisa egois karena semuanya harus saling mendukung,” seru Kak Bintany Mufiidah Azka dari perwakilan kelurahan Arimbi.
Melalui kegiatan Gelar Cakrawala ini, peserta MAHABAKTI XXXIII tidak hanya berlatih seni pertunjukan, tetapi juga belajar memahami pesan moral yang terkandung dalam setiap cerita rakyat. Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama tersampaikan dengan baik melalui alur cerita yang ditampilkan.
Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus media pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta. Dengan mengangkat tema cerita rakyat, MAHABAKTI XXXVIII turut menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman. (joe)

Komentar
Posting Komentar