Tingkatkan Kompetensi Literasi, Pramuka MAN 1 Yogyakarta Ajarkan Kemampuan Menulis Kritis dalam Latihan Rutin



Kota Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Kegiatan latihan rutin yang diselenggarakan oleh Pramuka MAN 1 Yogyakarta pada Jumat (13/2/2026) berlangsung dengan konsep yang menantang. Mengusung tema Critical Writing bertajuk “The Scout Investigator: Mengungkap Fakta, Menulis Kebenaran’’. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mampu melakukan observasi mendalam, membedakan fakta versus opini, dan menuangkannya dalam tulisan kritis yang solutif (bukan sekadar mengeluh/mengkritik).

Latihan dilaksanakan di lingkungan MAN 1 Yogyakarta dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari apel buka, sesi opening dan ice breaking, hingga pemberian misi investigasi. Para siswa kelas 10 diajak untuk memahami konsep penulisan kritis yang tidak sekadar mendeskripsikan kejadian, tetapi mampu menganalisis masalah serta menyusun solusi berdasarkan data valid yang sudah terkumpul.

Pada sesi inti, setiap sangga dibagi menjadi beberapa peran investigator seperti Lead Investigator, Data Collector, Writer, dan Visualizer. Peserta melakukan investigasi lapangan di berbagai lokasi seperti lapangan voli, lapangan basket, masjid, kelas, area parkir, dan kantin untuk mengamati isu yang ada secara objektif. Hasil pengamatan kemudian disusun menjadi laporan yang berisi data logis dan tersusun rapi.

Setelah kegiatan investigasi selesai, peserta menyusun critical report yang berisi fakta lapangan, analisis penyebab, serta solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Proses ini mendorong siswa untuk tidak sekadar mengkritik, tetapi juga memberikan solusi konstruktif terhadap permasalahan yang ada.

“Seru sekali latihan rutin kali ini, critical writing tidak hanya mengajak kita untuk menganalisis permasalahan tetapi juga menyediakan berbagai solusi yang bisa diterapkan. Dengan mempelajari juga berlatih critical writing, saya harap teman-teman bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Kak Zida Fariha seaku perwakilan dari sangga pelaksana G Ambalan Ratnaningsih.

Melalui latihan rutin bertema Critical Writing ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan literasi kritis, observasi, serta komunikasi tertulis yang tajam dan bertanggung jawab. Kegiatan diakhiri dengan apel penutup sebagai refleksi bersama atas pengalaman belajar yang telah dilalui selama latihan berlangsung. (syf)


Komentar